Allegri Memprediksi Ronaldo Akhiri Puasa Gol Disaat Lawan United

Cristiano Ronaldo masih mustahil gol di pertandingan Liga Champions, tapi tidak ada lagi keraguan yang menyelimuti sang pelatih Juventus, Massimiliano Allegri.

sudah sepantas nya juventus ini menggantungkan harapan untuk mencetak gol terhadap penyerang dari Portugal tersebut. Karena di pertandingan Liga Champions, Ronaldo berstatus sebagai sebuah pakar. Dia juga merupakan pencetak gol yang banyak sepanjang sejarah pertandingan dengan 120 koleksi gol.

Catatan tersebut tudaj terlepas dari konsistensi Cristian Ronaldo sendiri. Sudah tujuh kali permain eks Manchester United dan juga Real Marid ini telah merengkuh banyak pernghargaan pencetak gol yang terbanyak di pertandingan Liga Champions.

Namun, ekspetasi yang akan lahir banyak nya gol dari kaki dan juga kepala masih belum bisa dijawab oleh Cristian Ronaldom setidak nya sampai di matchday ketiga. Dengan pemilik kostum nomor 7 ini, tugas untuk mencetak angka diambil oleh seorang Miralem Pjanic (2 gol) dan Paulo Dybala (4 gol).

Catatan itu tidak lantas membuat sang Allegri mendiskreditkan kualitas dari Cristian Ronaldo. Sang juru taktik ini malah telah memprediksi bahwa keren dari rol Ronaldo akan segera terbuka pada partai yang keempat untuk menghadapi Manchester United.

“Begini, Ronaldo tidak hanya bermain (penuh) dalam pertandingan yang pertama, kemudian juga absen dalam laga yang kedua. Pada pertandingan yang ketiga, dia mampu menyajikan sebuah assist. Jadi menurut saya, ia masih belum melakon banyaknya sebuah pertandingan Liga Champion di musim ini,” Ucap Allegri.

Saatnya Juventus Yang Akan Menjadi Juara Liga Champions

Disaat ini, Juventus tampak nya tidak lagi memiliki lawan yang sepadan di italia, Bisa di lihat, pada kompetisi ajang sepak bola tertinggi di Negeri Pizza itu, sudah ke tujuh musim berturut-turut ini Juventus menjadi yang terbaik.

Pada musim ini, dominasi dari Juventus di Serie A juga sangat begitu nyata. Telah memasuki pekan yang ke 12, mereka masih saja kokoh di puncak klasemen dengan perselisihan enam poin dari intermilan yang berada pada posisi kedua. Rekor Juventus, sebanyak 10 kali menang dan imbang hanya sekali.

Saatnya Juventus Yang Akan Menjadi Juara Liga Champions

Dimusim ini, kegemilangan dari Juventus juga berlanjut pada Liga Champions. Di ajang yang paling elit antarclub se-eropa itu, I Bianconeri juga masih memimpin di Grup H, yang telah juga diisi Valencia (Spanyok, Manchester United (inggris), dan Young Boys (Swiss).

Rekor mereka juga cukup sempurna. Dari ketiga laga yang menghadapi rival-rival mereka tersebut, Juventus telah sukses menyapu bersih semua dengan kemenangan. Tiket untuk bisa lolos ke babak selanjut nya ini pun telah tepat di depan mata.

“Kami bukannya hanya ingin besar kepala. Akan tetapi, saya ini percaya bahwa skuad Juventus ini bisa saja mencapai final, bahkan untuk memenangkan Liga Champions,” ucap gelandang dari Juventus, Miralem Pjanic.

Pjanic tentu tidak hanya asal bicara. Dengan retetan fakta yang di atas, memang menjadi masuk akal, kalau Juventus musim ini akan lebih tenang untuk bisa fokus mengejar Liga Champions.

Roma dan Fiorentina Telah Gagal Perbaiki Nasib

Laga besar yang diantara AS Roma yang berhadapan langsung dengan Fiorentina terjadi
pada Serie A pekan ke 11, Pada minggu (4/11). Pertandingan ini harus berakhir dengan
skor yang sama yaitu 1-1.

Roma dan Fiorentina Telah Gagal Perbaiki Nasib
Roma dan Fiorentina Telah Gagal Perbaiki Nasib

Bertandang sebagai salah satu tim tamu ke Artemio Franchi, Roma terpaksa harus
tertinggal terlebih dahulu yang melalui gol cetakaan dari Jordan Veretout pada menit
ke 32 melalui sebuah tendangan penalti.
Fiorentina mendapatkan sebuah hadiah tendangan dari penalti setelah dari penyerang
andalan mereka, Giovanni Simeone telah dijatuhkan di kotan yang terlarang oleh Marion
Olsen.

Sebenarnya di pertandingan awal Fiorentina mampu unggul dengan cepat melalui sebuah
pemain pinjaman dari mereka Gerson Santos pada menit kedua, namun sepakan dari luar
kotak penalti dari pemain kelahiran 1997 itu hanya melambung diatas mistar gawang.
Gerson telah menjalani pertandingan yang special karena dia sebagai pemain pinjaman
yang dari Roma.

Roma pada saat di menu kedua telah menyajikan permainan yang lebih terbuka baru bisa
dapatkan hasilnya ke lima menit sebelum pertandingan nya berakhir. Tendangan kaki
kiri dari Florenzi berhasil membobol gawang dari Fiorentina yang telah di jaga oleh
Alban Lafont

Stefano Piolo selaku dari pelatih Fiorentina tidak tinggal hanya diam atas hasil
imbangnya yang didapatkan oleh tim nya. “Itu adalah sebuah pertandingan yang sangat
seimbang dan sulit untuk dimenangkan”.

Kapten Real Madrid Yang Sukses Sepanjang Masa

Iker Casillas
Setelah kepergian dari dua kapten Raul dan juga Guti pada tahun 2010, Casillas merupakan sang pemain yang telah mendapatkan kehormatan yang mengenakan ban kapten. Casillas merupakan salah satu di antara kiper yang paling sukses di dunia.

Kualitas dari kepemimpnan Casillas ini membuat Los Blancos mampu meraih sebuah prestasi yang sangat luar biasa. Selama ia menjadi kapten di Real Madrid, Casillas memimpin semua tim nya untuk meraih sejumlah gelar yang seperti Laliga, Piala super Spanyol, 2 gelar Del Copa Rey, Piala Super Eropa, Liga Champions, dan juga Piala Dunia antarclub.

Hal itu lah yang membuat Casillas laya menjadi seorang kapten di antar semua nya dalam sejarah sepak bola. Saat ini, sang legenda dari Real Madrid itu juga bermain untuk klub Portugal, FC Porto.

Sergio Ramos
Sergio Ramos satu di antara bek yang paling di takuti di dunia dan juga bisa di bilang menjadi bek tengah yang terbaik sepanjang masa, Sergio Ramos adalah sang pemimpin Real Madrid di masa era yang modern. Setelah kepergian dari Iker Casillas, Sergio Ramos yang memikil dan bertanggung jawab untuk memimpin tim nya.

Sergio Ramos sudah melakukan semua pekerjaan nya dengan sangat baik. Juara Piala Dunia bersama dengan Spantol itu juga sudah dianggap sebagai salah satu di antar nya pemimpin terbabaik di sepanjang era modern

Kapten Real Madrid Yang Sukses Sepanjang Masa

Kisa Transfer Pemain Pierre-Emerick Aumabeyang ke Arsenal

Kesuksesan dari Arsenal telah datangkan seorang pemain Pierre Emerick-Aubameyang pada bulan januari 2018, menyisakan sebuah sebongkah kesan yang negatif. Hal itu pun seperti yang diungkapkan eks sang pelatih Borussia Dortmund, Peter Stoeger.

Peter Stoeger ini telah mengungkapkan bahwa ia tetap harus menskors Aubameyang untuk sebanyak dua kali pada saat masih berseragam Borussia Dortmund di musim lalu.

Tindakan tersebut Peter Stoeger melakukan berkaitan dengan sebuah perilaku indisipliner Pierre-Emerick Aubameyang yang telah memaksa pindah menuju ke Arsenal.

Stoeger ini pun mengisahkan bagaimana untuk runut kejadian di tahun lalu yang telah membuat berang oleh sikap Aubameyang.

“Ia tidak berikan saya lagi pilihan lain. Ia tetap berlatih dengan sangat baik dalam empat hari di pekain itu,” Kata Stoeger ke Bild

“Namun, Untuk tetap mempertegas keinginannya berpindah, ia telah melewatkan pertemuan tim yang sebelumnya laga atau menolak untuk berlari saat sesi pada latihan terakhir nya (menjelang laga).”

“Kami ini telah lakukan yang terbaik untuk bisa menahan nya setidak nya untuk setenga tahun, tapi Auba tidak siap akan hal tersebut,” ucapnya menambahkan.

Stoeger, yang telah menjabat sebagai pelatih kepala di Dortmund mulai dari Desember 2017 – Mei 2018, tidak kuasa untuk membendung keinginan dari Aubameyang untuk pergi.

Biaya transfer dari itu sekaligus buat sang pemain internasional Gabon jadi sebuah pemain termahal Arsenal sepanjang sejarah.