Ronaldo Belajar Free Kick Dari Prates

Cristiano Ronaldo merupakan salah satu pemain terbaik dunia sejagad,kualitas mega bintang asal Portugal itu merupakan yang terbaik saat ini, bahkan banyak yang menggap bintang Real Madrid itu telah mengalahkan dominasi Lionel Messi yang merupakan rival abadi CR7.

Tidak hanya jago mengolah sih kulit bundar, pemain berusia 33 tahun itu merupakan pemain yang terbaik dalam mengeksekusi tendangan bebas terbaik.

Soal Penalti Ronaldo sudah tidak di ragukan lagi, dengan ia morehkan rekor sempurna ketika menjadi algojo penalti. Namun ternyata ada yang menarik jika kehebatan Ronaldo untuk mengeksekusi tendangan bebas merupakan latihan yang di berikan oleh legenda timnas Brazil, Cesar Prates.

Ronaldo sendiri sebenarnya  tidak sendirian yang mampu menjadi eksekutor tendangan bebas mempuni. Ada nama seperti Andree Pirlo hingga David Beckham yang juga merupakan idola Free Kick.Tapi yang membuat Ronaldo unggul adalah tendangan bebas Ronaldo yang sangat unik, ya tendangan keras yang  menungkik ke gawang lawan memang membuat para kiper ketakutan jika tidak mampu membaca arah bola tersebut.Apalagi hal tersebut bisa membuat fatal. Dengan gayanya yang menghembus napas dengan ancang ancang kaki sebanyak  lima kali membuat CR7 semakin percaya diri dalam melalukan Free Kick akurat.

Akan tetapi rupanya bakat Ronaldo dalam menendang Free Kick tidak di dapatkanya begitu saja, justru dari sosok Prates yang pernah memberikan saran jitu untuk mengeksukusi tendangan tersebut.

”Ronaldo merupakan pemain muda yang sangat suka dengan latihan fisik yang keras sama seperti saya dulu.”

”Sedangkan takdir ini membawa kami untuk bersama sama mencapai kesuksesan.”

 

Swedia Kalah Bukan Karena Durmaz

Pemain timnas Swedia Jimmy Durmaz mendapatkan rasis  secara rasial dan terancam setelah melepaskan tendangan bebas vitalnya kepada Sebastian Rudi  dalam kekalahan mereka atas Jerman.
Polisi menyelidiki setelah gelandang yang lahir di Swedia, tetapi keturunan Suriah kedapatan melakukan pelecahan seksual di media sosial.

Itu adalah pelanggaran  yang dilakukan oleh gelandang Durmaz pada Timo Werner yang menyebabkan  Toni Kroos berhasil mencetak Free Kick indah ke gawang Swedia.

Durmaz lahir di Swedia tetapi orang tua keturunan Syria yang beremigrasi dari Turki.

Akun Instagram-nya dibombardir dengan pesan-pesan mengejutkan yang menghina keluarganya dan warisan setelah peluit akhir, seperti, “Kembali ke tanah air Anda. Anda bukan orang Swedia”.

Federasi sepak bola Swedia  sendiri telah melaporkan insiden itu kepada polisi tetapi bintang Toulouse, Durmaz, mengolok-olok ejekan tersebut, bersikeras bahwa mereka tidak mengganggu dia.

Dia berkata: “Saya selalu membenci, mereka bisa menjaga kebencian. Itu tidak berbahaya. Tidak ada yang saya pedulikan. Saya berdiri dengan bangga dan mewakili negara saya.”

Rekan setimnya John Guidetti lansung membela rekan setimnya tersebut dengan membantunya menangani para pembencinya di media sosial.

Dia berkata: “Dia berlari dan berjuang seluruh permainan. Ini sial.

“Ini benar-benar konyol untuk membuatnya benci pada itu.”

Dan pemain bertahan Gustav Svennson berbicara di area  pertahanan jika Durmaz mengatakan tidak akan ada permainan menyalahkan di dalam tim Swedia atas apa yang terjadi.

Svennson mengatakan: “Ada detail yang sangat kecil yang menentukan itu. Dia pasti tidak akan mendapatkan omong kosong untuk itu. Dia mencoba untuk memenangkan bola, kadang-kadang Anda melakukannya, kadang-kadang tidak.”

Swedia tampak seperti mengamankan hasil imbang hingga Kroos  berhasil menjadi penyelamat Jerman dengan gol indahnya melalui tendangan bebas pada akhir injury time.

Boateng : Jerman Harus Tampil Berani

Juara bertahan tim Panzer Jerman memang performa buruk pada pertandingan perdana mereka di ajang Piala Dunia dengan menghadapi Meksiko pada grup E. Mesut Ozil Cs harus tertunduk lesu dengan gol yang di cetak oleh Hirvin Lozano yang membuat Meksiko menang dengan skor 1-0.

Kekalahan tersebut membuat Joachim Loew mendapatkan banyak kritikan karena taktik yang di usung olehnya yang terlalu mengandalkan penguasaan bola hingga tidak memperhatikan lini pertahanan timnnya yang banyak di isi oleh pemain pemain yang kurang  berpengalaman di level Internasional.

Jerman sendiri sebenarnya mendominasi jalannya pertandingan apalagi Mesut Ozil dan kawan kawan melancarkan berbagai tembakan ke gawang Meksiko. Namun sayang tidak ada yang mengarah ke tepat sasaran hingga berbuah gol.

Boateng sendiri menilai Jerman seharunya juga bisa menyeimbangkan kedudukan, namun ia meliha timnya tidak tampil percaya diri dan seakan akan takut dengan serangan yang di lancarkan oleh Meksiko dengan serangan balik.

Gol Hirivin Lozano sendiri memang berawal dari skema serangan balik yang lakukan oleh Javier Hernades yang mengirimkan bola kepada Lozano sebelum penyerang Ajax tersebut menceploskan bola ke gawang Manuel Never.

”Kami bermain dengan sangat berhati hati, dan kami terlalu bermain dengan penguasaaan bola hingga lupa caranya mencetak gol.” ucap Boateng.

”Mereka melakukan serangan yang luar biasa dengan serangan balik yang kami gagal antisipasi, hal itu lah yang membuat kami lupa dengan cara bertahan karena penguasaan bola yang terlalu lama. Kami juga kurang percaya diri dalam bermain, sehingga kami gagal menyamakan kedudukan.” ungkap pemain Bayern Muchen itu.

Prancis Menang Didier Deschamps Senang

Pelatih timnas Prancis Didier Deschamps mengungkapkan jika dirinya amat optimis dengan skuat timnya yang hampir di isi oleh skuat muda yang amat bagus. Prancis sendiri berhasil mengalahkan Austalia pada pertandingan grup C dengan kemenangan 2-1 sabtu malam WIB.

Menariknya skuat Ayam Jantan merupakan pemain pemain muda yang belum kenyang akan pengalaman di level International. Pemain pemain seperti Osmane Dembele (20) dan Kylian Mbape (19) merupakan pemain yang bermain di menit awal pertandingan. Dua bomber muda tersebut  di padukan dengan penyerang yang telah berpengalaman yakni Antonie Grizmann dengan formasi 4-3-3.

Pada babak pertama sendiri Prancis sempat unggul lewat penalti Antonie Griezmann berawal dari umpan terobosan yang di berikan Pogba dan sang stiker di langgar oleh pemain bertahan Austalia wasit pun menujuk titik putih yang membuat Prancis di hadiahi penalti. Griezmann yang menjadi algojo pun sukses menjebol gawang Austalia. Prancis pun unggul 1-0.

Tak mau diam begitu saja timnas Austalia berinisiatif menyerang dengan memanfaatkan bola bola udara, berawal pelanggaran dari luar kota penalti yang mengambil sepakan dari luar kotak penalti Samuel Umtiti harus terkenal Hand Ball yang membuat wasit langsung menujuk titik putih bagi Austalia, Jedinak yang menjadi eksekutor berhasil membobol gawang di jaga Hugo Loris. Skor imbang 1-1 pun terjadi. Dan di menit ke 88 Prancis unggul, Paul Pogba menujukan kapasitasnya sebagai pemain temahal dengan berhasil membawa timnya unggul melalui umpan sodoran yang di berikan Giroud, Pogba pun menembak dari luat kotak penalti bola sempat membentur mistar gawang, Prancis pun berhasil unggul 2-1 hingga peluit di tiup Prancis berhasil menang dengan skor 2-1.

 

Ramos : Saya Sudah Tidak Sabar Melawan Ronaldo

Bek Timnas Spanyol Sergio Ramos mengungkapkan jika dirinya sudah tidak sabar untuk menghadapi Portugal dalam pertandingan fase grup G Piala Dunia.Ramos sendiri berharap jika koleganya di Real Madrid itu bisa tampil dengan mengeluarkan permainan terbaiknya menghadapi Spanyol pada 16/6 mendatang.Ramos sendiri menambahkan jika Ronaldo bisa menjadi ancaman serius jika berhasil menampilkan permainan terbaiknya.

Ramos sendiri meminta para rekannya untuk menjaga Ronaldo sebaik mungkin, untuk meredam permainannya yang dapat menjadi ancaman yang sangat mengerikan bagi Spanyol, secara skuat Spanyol sendiri memang jauh di unggulkan tapi mengingat Portugal yang merupakan juara bertahan Euro pada 2016 yang lalu membuat Selecao tidak bisa di remehkan.

Dilansir oleh Don Ballon jika kapten Real Madrid tersebut jelas lebih memilih untuk bermain bersamanya dengan tim yang sama dari pada harus bermain melawan dirinya dalam sebuah pertadingan.

”Jelas saya lebih suka bermain dengannya dari pada harus melawannya.Jika melawannya ia dapat menjadi sangat berhaya bagi anda.” ucap Ramos.

”Apalagi musim ini dia mendapatkan musim yang luar biasa, dan kerap menjadi pembeda bagi tim yang ia bela.”

Akan tetapi Ramos sendiri kembali menegaskan jika Portugal bukan hanya Ronaldo yang harus di waspadai mengingat mereka memiliki skuat  yang sangat bagus.

”Tidak hanya Cristiano saja, mereka memiliki skuat yang bagus, jadi ada beberapa pemain yang bisa menyakiti anda, dan mereka dapat malakukan taktik bertahan yang amat bagus.”

”Kita semua akan menyakiskan pertandingan terbesar pada pekan ini, dan yang saya harapkan Ronaldo tidak bermain dalam performa terbaiknya.”terang kapten Real Madrid itu.

Rasfhord Lebih Bagus Di Timnas Inggris Dari Pada Di MU

Timnas Inggris tampaknya memiliki Motivasi ektra ketika menatap Piala Dunia tahun ini,bagaimana tidak, skuat mereka berhasil menang di laga uji coba yang di gelar beberapa hari yang lalu, dan mereka berhasil memenangkan semua pertandingan pada laga uji coba tersebut. Terakhir mereka berhasil mengalahkan Kosta Rika dengan skor 2-0 sebelum bertolak ke Russia untuk gelaran Piala Dunia.

Dan dua gol Inggris sendiri tercipta melalui Rasfhord di menit ke-13 dan Dany Welbeck pada akhir babak kedua. Dan mereka sendiri mendapatkan laga pemanansan yang sangat penting sebelum pergi ke Russia.

Namun ada satu pemain yang menjadi buah bibir dalam beberapa laga timnas Inggris dalam menghadapi lawan lawannya dalam laga uji coba, pemain tersebut adalah Marcus Rasfhord, ia di nilai lebih bermain bagus di timnas Inggris dari pada di level klub bersama Manchester United.

Ia dinilai lebih bersemangat bermain bersama rekan rekan setimnnya di timnas Inggris dari pada di Manchester United.

Pengaruh  Southgate

 

Legenda arsenal, Martin Koewn pernah mengungkapkan jika pengaruh dari Southgate lah yang membuat permainan Rasfhord tampil dengan sangat bagus,sang pelatih menurutnya dapat memberikan kebebasan bermain bagi sang pemain muda.

‘’Marcus Rasfhord tidak bermain dengan mestinya, apalagi pada pertandingan di Piala FA, sebenarnya saya tidak mau banyak melakukan kritikan terhadap Jose Mourinho. Tapi saya melihatnya jika lingkungan bermain bersama Southgate jauh lebih baik dari pada di Manchester United.

 

Momen Yang Bagus

Koewn yang merupakan pundit juga meminta maaf terhadap Rasfhord yang ia tuduh sebagai pemain yang hanya mencari muka namun sejatinya ia merupakan pemain yang sangat hebat.

‘’Saya pernah menuduhnya hanya menjadi seorang pemain yang mencoba mencari muka terhadap pelatih.Tapi hal tersebut terlihat karena ia mencoba melakukannya semuanya dengan sangat cepat.

‘’Pada kami sendiri ia melakukan momen yang sangat tepat dan bagus, ia melakukan apa yang di butuhkan tim. Dan ia berhasil momen yang tepat untuk menampilkan kehebatannya.’’ terang Koewn