Real Madrid Incar Pelatih Timnas Brazil

Raksasa Spanyol Real Madrid, tampaknya sedang sibuk dalam melakukan upaya untuk mencari pengganti yang tepat bagi Zinedine Zidane yang memutuskan mundur pada pekan lalu.

Usai menghantarkan Real Madrid menjuarai ajang Liga Champions eropa tiga kali secara beruntun langsung membuat Zidane memutuskan mundur dari kursi kepelatih Real Madrid.

Dengan Demikian mereka telah menyiapkan nama nama untuk menggantikan sosok asal Prancis tersebut pada musim depan.

Beberapa nama pun muncul di media untuk menggantikan pelatih asal Prancis tersebut pada musim depan, mulai dari Antoio Conte, Maurozio Sarri, Masimmiliano Allegri, hingga calon pelatih baru Guti juga di kait kaitkan dengan El Real.

Tapi ada satu sosok yang muncul kepermukaan yaitu pelatih asal Brazil Tite.

Sebatas Rumour

 

Kabarnya para petinggi Real Madrid telah menggelar pertemuan dengan perwakilan Tite untuk membahas kepindahannya ke Real Madrid usai gelaran Piala Dunia berakhir.

Nah, kabarnya kontrak Tite sendiri bersama timnas Brazil akan segera berakhir kontraknya setelah menangani tim Samba. Pihak asosiasi Brazil sendiri sebenarnya sudah mencoba memperpanjang kontrak Titte dengan durasi kontrak empat musim, namun sang pelatih masih menolak hingga sekarang dan baru akan membahasnya setelah Piala Dunia berakhir.

Media dari Brazil sendiri sempat mewawancarai agen dari Tite dan sang agen sendiri tidak menolak dengan rumour ketertarikan Real Madrid namun ia justu mengatakan jika Tite hanya sedang berfokus dalam ajang Piala Dunia di Russia bersama Brazil.

‘’Saya sedang tidak ingin membicarakan akan hal itu terlebih dahulu,’’ ungkap sang agen dengan singkat.

 

Perjalanan Karier Tite

Tite sendiri sebenarnya masih asing di kalangan tim tim eropa, apalagi ia hanya kebanyakan menangani tim tim lokal di liga Brazil dan kemudiaan di daratan timur tengah.

Namun pengalaman melatihnya yang sudah 30 tahun tidak boleh di remehkan, Prestasi terakbarnya adalah menghantarkan klub asal Brazil International merajai liga Brazil pada tahun 2000 an. Tidak hanya itu bersama Corinthians ia juga mengantarkan mereka berhasil menjurai liga Brazil selama dua musim dan Copa Libertadores dan Piala Dunia Antarklub.

Tidak hanya sampai di situ, Tite juga yang menyelematkan muka timnas Brazil yang sempat terseok seok di Piala Dunia 2014 yang lalu.

Rasfhord Lebih Bagus Di Timnas Inggris Dari Pada Di MU

Timnas Inggris tampaknya memiliki Motivasi ektra ketika menatap Piala Dunia tahun ini,bagaimana tidak, skuat mereka berhasil menang di laga uji coba yang di gelar beberapa hari yang lalu, dan mereka berhasil memenangkan semua pertandingan pada laga uji coba tersebut. Terakhir mereka berhasil mengalahkan Kosta Rika dengan skor 2-0 sebelum bertolak ke Russia untuk gelaran Piala Dunia.

Dan dua gol Inggris sendiri tercipta melalui Rasfhord di menit ke-13 dan Dany Welbeck pada akhir babak kedua. Dan mereka sendiri mendapatkan laga pemanansan yang sangat penting sebelum pergi ke Russia.

Namun ada satu pemain yang menjadi buah bibir dalam beberapa laga timnas Inggris dalam menghadapi lawan lawannya dalam laga uji coba, pemain tersebut adalah Marcus Rasfhord, ia di nilai lebih bermain bagus di timnas Inggris dari pada di level klub bersama Manchester United.

Ia dinilai lebih bersemangat bermain bersama rekan rekan setimnnya di timnas Inggris dari pada di Manchester United.

Pengaruh  Southgate

 

Legenda arsenal, Martin Koewn pernah mengungkapkan jika pengaruh dari Southgate lah yang membuat permainan Rasfhord tampil dengan sangat bagus,sang pelatih menurutnya dapat memberikan kebebasan bermain bagi sang pemain muda.

‘’Marcus Rasfhord tidak bermain dengan mestinya, apalagi pada pertandingan di Piala FA, sebenarnya saya tidak mau banyak melakukan kritikan terhadap Jose Mourinho. Tapi saya melihatnya jika lingkungan bermain bersama Southgate jauh lebih baik dari pada di Manchester United.

 

Momen Yang Bagus

Koewn yang merupakan pundit juga meminta maaf terhadap Rasfhord yang ia tuduh sebagai pemain yang hanya mencari muka namun sejatinya ia merupakan pemain yang sangat hebat.

‘’Saya pernah menuduhnya hanya menjadi seorang pemain yang mencoba mencari muka terhadap pelatih.Tapi hal tersebut terlihat karena ia mencoba melakukannya semuanya dengan sangat cepat.

‘’Pada kami sendiri ia melakukan momen yang sangat tepat dan bagus, ia melakukan apa yang di butuhkan tim. Dan ia berhasil momen yang tepat untuk menampilkan kehebatannya.’’ terang Koewn

Conte Bertahan, Willian Siap Siap Untuk Hengkang

Hengkangya Conte dari Chelsea, tampaknya hanya menjadi buayalan para media untuk memberikan tekanan terhadap mantan pelatih Juventus tersebut.  Rumour hengkangnya Antonio Conte dari Chelsea sendiri memang sangat kencang, apalagi di tambah dengan jika mantan pelatih Napoli Maurozio Sarri yang siap menggantikan peran Conte di Chelsea membuat banyak pihak yang mulai percaya.

Beberapa sumber menyebutkan jika beberapa pemain Chelsea ada yang sangat senang dengan rumour Conte yang akan hengkang,namun sayang impian mereka harus terpendam pasalnya sang pelatih Italia tersebut tidak memberikan tanda tanda akan di gantikan oleh siapa ataupun hengkang. Justru nama nama seperti Cecs Fabregas, Willian, yang mungkin akan hengkang.

Khusus nama terakhir, yakni Willian memang jarang masuk dalam skuat inti Conte pada musim ini.Apalagi manager asal Italia tersebut lebih memilih Pedro Rodriguez dari sang pemain.

Meskipun demikian Williian tampaknya akan mencoba kembali menerima ajakan Mourinho, apalagi Jose Mourinho terang terangan menginginkan Willian pada musim 2016 lalu sayang kesempatan tersebut di tolak langsung oleh WIllian.

Antonio Conte Jadi Penyebab

Di laporkan jika Conte bertahan, maka kesempatan duduk di bangku cadangan Chelsea akan kembali terulang lagi untuk Willian. Mendengar gagal hengkangnya Conte membuat Willian ancang ancang untuk angkat kaki dari Standford Bridge.

Bahkan Willian di kabarkan ada perseteruaan dengan Conte,yang membuatnya sang kesal dengan sang pelatih yang jarang memainaknya yang hampir membuat dirinya gagal memperkuat timnas Brazil dalam gelara Piala Dunia Russia 2018 .

Dalam perayaan di ajang Piala FA sendiri, dalam foto yang di unggah di akun Instagramnya, Willian langsung mensensor mukan Antonio Conte padahal sosok pria tersebut adalah Conte, hal ini jarang di lakukan oleh pemain di klub eropa. Dengan ini lah jika ada hubungan yang kurang baik antara Conte dengan Willian.

Neymar Dan Salah Akan Bersinar Di Piala Dunia

Piala Dunia Russia 2018 akan menjadi ajang bagi para bintang untuk menjunjukan aksinya dalam ajang empat tahunan tersebut. Dan semua bintang akan melakukan segala cara guna membantu timnasnya untuk melaju ke babak yang lebih jauh dalam pertandingan tersebut.

Ada dua nama yang menjadi bahan perhatiaan dalam Piala Dunia nanti, Neymar dan Mohammed Salah menjadi dua nama yang di prediksi tampil menggila dalam ajang tersebut. Apalagi nama terakhir tengah naik daun dengan penampilan luar biasanya bersama Liverpool.

Sementara bintang PSG, Neymar memang sudah tidak diragukan lagi.Bintang asal Brazil sendiri memang sudah tidak di ragukan lagi kemampuaanya.Baru bergabung bersama PSG dirinya berhasil mencetak 28 gol dari 30 pertandingan yang telah di jalaninya serta juga berhasil menyumbangkan 17 assist di semua pertandingan.

Sedangkan Mohamed Salah lebih gila lagi pencapainya, berhasil mencetak 44 gol dari 52 pertandingan yang di jalaninya serta menyumbangkan 16 assist merupakan pembuktiaan nyata bagi bintang asal Mesir tersebut.

Mantan bintang Liverpool yang kini telah berseragam Barcelona, Philipe Coutinho yang pernah bermain bersama kedua sosok ini mengungkapkan jika kedua sosok ini akan membawa negaranya masing masing tampil dengan sangat bagus di Russia nanti.

‘’Aneh rasanya melihat mereka bisa tampil dengan sangat bagus negaranya masing masing, apalagi di ajang Piala Dunia.’’ ucapnya.

‘’Messi dan Ronaldo telah berada di sana selama satu dekade yang lalu, jadi sudah saatnya untuk menjadi yang terbaik dari mereka.’’ tutup Coutinho.

Nama-nama Klub Akan Tujuan Bale Jika Tinggalkan Real Madrid

Pada pertandingan final Liga Champions, Gareth Bale menyumbangkan dua gol cantiknya saat Real Madrid menggalahkan Liverpool di Stadiun Olimpiyskiy, kiev, Ukraina Minggu 27 Mei 2018 dini hari WIB. Real Madrid keluar sebagai pemenang dengan score 3-1.

Tetapi, Gareth Bale merasa kecewa karena harus menjadi pemain pengganti. Gareth Bale di mainkan ke menit 61 sebagai pemain pengganti Isco Alarcon. Situasi seperti terus berlanjut sepanjang musim 2017-2018. Hal tersebut membuat pemain asal Wales ini mempertimbangkan untuk meninggalkan Real Madrid.

Jika Gareth Bale meninggalkan Real Madrid. Berikut inilah nama-nama klub raksasa yang bersedia menampung Gareth Bale:

– Manchester United

Di skuat Manchester United sudah memiliki beberapa pemain sayap di antaranya seperti Juan Mata, Marcus Rashford, Anthony Martial, dan Alexis Sanches.

Gareth Bale secara terang-terangan telah mengungkapkan jika dirinya ingin bermain secara regular dan hengkang ke Manchester United bakal menjamin posisi tersebut.

– Paris Saint-German

Klub raksasa asal Prancis ini memiliki sumber keuangan yang luar biasa, Klub Paris Saint-German selalu berupaya mendatangkan pemain-pemain bintang di bursa tranfer. Pada tahun 2018 Paris Saint-German mendatangkan Neymar dari Barcelona.

Namun Neymar dikabarkan akan meninggal Paris Saint-German dan Real Madrid adalah klub yang siap menampung jika pemain asal Brazil itu mau hengkang, Real Madrid bisa bertukar dan menambah sedikit biaya jika mau membaya Neymar ke Santiago Bernabeu.

Pemilik klub PSG, Nasser Al-Khelifi sangat ingin memenangkan Liga Champions. Dan Gareth Bale yang mencetak dua gol bagi Real Madrid saat Real Madrid berhadapan dengan Liverpool.

Cristian Ronaldo Menjadi Salah Satu Pemain Sepak Bola Tersukses Diliga Champions

Cristian Ronaldo kembali mencetak rekor baru setelah Real Madird keluar sebagai pemenang setelah mengalahkan Liverpool dengan score 3-1 di final Liga Champions, di Satdiun Olimpiyskiy, kiev, Sabtu 26 Mei 2018. Atas kemenangan Real Madrid di final Liga champions sebanyak 3 kali berturut-turut hal tersebut menjadikan Cristian Ronaldo menjadi salah satu pemain bola tersukses di Liga Champions dengan trofi terbanyak di Liga Champions.

Cristian Ronaldo sudah empat kali jadi juara Liga Champions bersama timnya. Prestasi tersebut di raih di tahun 2008 bersama Mancester United dan di tahun 2014, 2016, 2017 bersama Real Madrid.
Kemenangan pasca melawan Liverpool di Stadiun Olimpiyskiy, memperjelas dominasi penyerang berusia 33 tahun di kompetisi Liga Champions. Soalnya semasa perjalanan di ajang kompetisi tersebut, tidak ada satu pemain sepak bola yang bisa meraih lima trofi Liga Champions selain Cristian Ronaldo.

Ada sebagian beberapa nama pemain seperti Gerard Pique, Lionel Messi , Andre Iniesta, Xavi Hernandes, dan terakhir Clerence Seedorf, yang merupakan sosok pemain yang menedekati rekor Dari Cristian Ronaldo, Kelima nama pemain tersebut masing-masing sudah menggoleksi 4 trofi jugara Liga Champions.

Cristian Ronaldo sangat bahagia sekali atas prestasinya tersebut, karena berhasil mencatatkan namanya sebagai pencetak rekor pemain dengan koleksi trofi jaura Liga Champions terbanyak. Cristian Ronaldo pun memberi usul nama kompetisi Liga Champions seharusnya diubah karena kesuksesannya tersebut.

Ujar Cristian Ronaldo, “nama kompetisi Liga Champions seharusnya diubah menjadi Liga Champions CR7. Karena sayang sudah memenangi Liga Champions tersebut sebanyak lima kali dalam karir saya, jadi kenapa harus bersefih?”.

Tangisan Salah, Carvajal dan Aksi Judo Sergio Ramos

– Tangisan Mohamed Salah dan Dani Carvajal

Pada berlangsungnya babak pertama, Liverpool dan fans Liverpool harus merasakan rasa kekecewaan yang mendalam. Pasalnya, pemain bintang, Mohamed Salah mengalami cedera di bagian bahu setelah berduel dengan kapten Real Madrid, Sergio Ramos. Mohamed Salah yang sedang mengalami cedera dibagian bahu terpaksa harus ditarik keluar dan di gantikan oleh Adam Lallana pada menit e-31.

Rupanya tidak hanya Mohamed Salah yang menggalami kecedera, berlangsung nya babak ke-2 bek sayap kanan Real Madrid, Dani Carvajal pun cedera dan terpaksa harus di tarik keluar dan digantikan Nacho.

Dengan penuh dengan rasa kekecewaan yang sangat amat mendalam, Mohamed Salah dan Dani Carvajal meninggalkan lapangan hijau sambil menangis karena tidak bisa melanjutkan pertandingan.

Mohamed Salah dan Dani Carvajal masing-masing akan terdaftar dalam skuad Piala Dunia yang akan datang. Akankah kedua pemain penting itu sembuh sebelum Piala Dunia dimulai 18hari lagi?

– Aksi judo mematikan Sergio Ramos

Saat berlangsungnya babak pertama final Liga Champions, kapten Real Madrid, Sergio Ramos sudah menjaga ketak Mohamed Salah. Saat terjadi duel antar Mohamed Salah dengan Sergio Ramos, terlihat tangan kiri Sergio Ramos menjepit tangan kanan Mohamed Salah. Entah itu sengaja atau tidak, Sergio Ramos pun menjatuhkan diri dan Mohamed Salah pun ikut tertarik.

Alahasil pendaratan dari Mohamed Salah tidak sempurna karena bahu kiri terlebih dahulu menyentuh tanah sehingga menyebabkan Mohamed Salah cedera di bagian bahu kirinya.

Kapten Real Madrid itu pun tidak kenak hukuman dari wasit yang melihat kejadian tersebut. Sebagai gantinya Sergio Ramos mendapatkan berbagai kecaman netizen setelah usai pertandingan final Liga Champions.

Dosa Kapten Real Madrid Difinal Liga Champions 2018

Kapten Real Madrid, Sergia Ramos, menjadi pemain utama kemenangan timnya paska melawan Liverpool pada pucak final Liga Champions 2018. Bukan dengan gol, tetapi dengan aksi kontroversial.

Kapten dari Real Madrid, Sergio Ramos dikenal sebagai pemain lini belakang sayang agresif dan brutal yang tidak segan menebas pemain lawan. Sergio Ramos bisa di sebut bek lini belakang yang ganas setelah mantan pemain dari bek Inter Milan dan timnas Italia, Marco Materazza.

Namun, aksi agresif dan brutal dari Segio Ramos sudah menjadi bagian dari pemainan Real Madrid. Hal itu tersebut membuat lini belakang pertahanan Real Madird menjadi lebih kokoh dan tanpa kompromi .

Kapten Real Madrid, Sergio Ramos sudah sering beberapa kali terkait pertikaiian dengan pemain lawan dalam pertandingan masih berlangsung, baik di kompetisi La Liga maupun di kompetisi Liga Champions. Pemain Barcelona, Lionel Messi, sudah beberapa kali menjadi sasaran empuk kekasaran Sergio Ramos.

Teknik tekel sudah menjadi hal yang biasa di sepak bola. Pemain yang berusia 32 tahun tidak segan-segan melakukan kekasaran pada pemain lain seperti: menyikut, menendang, membanting dan menginjak pemain lawan hanya karena alasan mempertahankan lini belakang pertahanan Real Madrid.

Namun, kekasaran Sergio Ramos tersebut terbukti efektif karena Real Madrid meraih hasil positif. Pada tanggal 26 Mei 2018, Serfio Ramos berhasil membaut Real Madrid meraih trofi Liga Champions 2017-2018.

Berikut beberapa aksi kontroversial Sergio Ramos di partai final Liga Champions:

Bekat aksi kekasaran Sergio Ramos terhadap Mohamed Salah membuat pemain ujung tombak dari Liverpool menggalami cedera. Mohamed Salah pun secara terpaksa tidak bisa melanjutkan laga final Champions sampai akhir dan di tarik keluar pada menit ke-31.

Tim medis dari Liverpool mengatakan bahwa Mohamed Salah mengalami cedera dislokasi bahu. hal tersebut membuat pemainan dari Liverpool pincang.

Sebelum Mohamed Salah dilanda cedera, Mohamed Salah membuat timnya mengguasai permainan. Setelah Mohamed Salah di tarik keluar karena cedera, Real Madrid langsung menekan Liverpool dan akhirnya menang dengan score 3-1.

Lini Serang Liverpool Jauh Lebih Mematikan Dari Real Madrid

Salah satu legenda Liverpool  Phil Thompson  jika penyerang Liverpool yang di oleh Roberto Firmino, Mohemmed Salah dan Sadio Mane merupakan yang terbaik di dunia pada saat ini. Phil bahkan membandingkan ketiganya dengan para penyerang Real Madrid. Menurut Eks Liverpool ini jika Madrid hanya mengadalkan sosok Ronaldo saja untuk mendulang gol. Berbeda dengan The Reds yang sangat mengadalkan ketiganya untuk merobek gawang lawan.

Banyak para prediksi menilai jika partai final nanti hanya menjadi ajang unjuk gigi bagi Cristiano Ronaldo dan Mohammed Salah, sedangkan menurut Thompson berbeda ia menyakini jika Trio penyerang Liverpool jauh lebib baik para penyerang El Real.

Menurut Thompson jika pelatih Real Madrid Zenedine Zidane bisa menurunkan Cristiano Ronaldo, Gareth Bale, Marco Asensio hingga Karime Benzema namun hal tersebut tidak bisa bandingkan para penyerang Liverpool.

‘’Jika saya melihat kami memiliki kecepatan yang lebih baik dari mereka, kami lebih cerdas untuk memanfaatkan peluang. Dan saya pikir Trio penyerang yang di miliki Liverpool seperti Mane, Firmino dan Salah jauh lebih baik dari ketiga penyerang Real Madrid.’’ ujar Phil Thampson.

‘’Jadi ini sangat sederhana, Madrid tetap akan menggunakan Benzema sebagai penyerang utama, lalu Ronaldo akan ada di belakang Benzema secara bergantian mereka akan saling bertukar posisi.Sedangkan Bale mungkin tidak akan main pada partai final, karena Zidane merasa frustasi dengan kodisi cedera yang sering menimpannya. Dua penyerang vs Trio penyerang Liverpool anda bisa bandingkan hal tersebut mana yang jauh lebih mengerikan.’’ tutur Phil.

Apa yang dikatakan Phil Thampson memang ada benarnya juga, pasalnya Liverpool berhasil mencetak 46 gol dari 14 pertandingan di ajang Liga Champions Eropa pada musim ini, Mereka bahkan berhasil memecahkan rekor Barcelona yang mampu mencetak 45 gol pada musim 1999-2000. Dengan demikian secara statistik lini serang jauh lebih unggul dari Real Madrid.

Caen Tahan Paris Saint-Germain 0-0

Caen bermain baik pada pertandingannya melawan juara Perancis Ligue 1 Paris-Saint Germain di Stade Michel d’Ornano. Fase degradasi akan menimpa Caen jika kalah pada pertandingan tersebut. skor 0-0 sudah cukup bagi Caen untuk bertahan di kasta tertinggi Ligue 1 Liga Perancis.

Meski tercatat memiliki penguasaan bola yang kalah jika di bandingkan dengan Paris Saint-Germain namun caen terbukti cukup tajam dengan menciptakan beberapa peluang ke gawang Paris Saint-Germain. 11 tembakan berhasil di lepaskan dan enam diantaranya tepat sasaran ke gawang Paris Saint-Germain.

Paris Saint-Germain sendiri tidak memainkan tim intinya. pemain muda di turunkan dalam pertandingan tersebut guna melatih mental dan pengalaman mereka. Terlihat bahwa beberapa pemain seperti Javier Pastore, Timothy Weah, Christopher Nkunku, serta Lassana Diara masuk dalam skuad Paris Saint-Germain. Pemain muda yang di mainkan tersebut terbukti mampu memberikan daya gedor ke gawang Caen. hal tersebut terliat dari 15 menit awal babak pertama yang berhasil mereka tempuh dengan menciptakan dua peluang ke gawang Caen.

Thiago Motta yang sudah merencanakan untuk hengkang pada musim depan dari Paris Saint-Germain juga sempat tampil mengancam gawang Caen pada menit ke-72. umpang matang dari Thomas Meunir berhasil di sundul ke gawang Caen namun sayangnya masih menyamping ke sisi kiri gawang. Sampai peluit tanda akhir pertandingan di bunyikan kedua tim belum berhasil mencetakkan gol dan skor imbang 0-0 menjadi akhir dari pertandingan tersebut.