Dosa Kapten Real Madrid Difinal Liga Champions 2018

Kapten Real Madrid, Sergia Ramos, menjadi pemain utama kemenangan timnya paska melawan Liverpool pada pucak final Liga Champions 2018. Bukan dengan gol, tetapi dengan aksi kontroversial.

Kapten dari Real Madrid, Sergio Ramos dikenal sebagai pemain lini belakang sayang agresif dan brutal yang tidak segan menebas pemain lawan. Sergio Ramos bisa di sebut bek lini belakang yang ganas setelah mantan pemain dari bek Inter Milan dan timnas Italia, Marco Materazza.

Namun, aksi agresif dan brutal dari Segio Ramos sudah menjadi bagian dari pemainan Real Madrid. Hal itu tersebut membuat lini belakang pertahanan Real Madird menjadi lebih kokoh dan tanpa kompromi .

Kapten Real Madrid, Sergio Ramos sudah sering beberapa kali terkait pertikaiian dengan pemain lawan dalam pertandingan masih berlangsung, baik di kompetisi La Liga maupun di kompetisi Liga Champions. Pemain Barcelona, Lionel Messi, sudah beberapa kali menjadi sasaran empuk kekasaran Sergio Ramos.

Teknik tekel sudah menjadi hal yang biasa di sepak bola. Pemain yang berusia 32 tahun tidak segan-segan melakukan kekasaran pada pemain lain seperti: menyikut, menendang, membanting dan menginjak pemain lawan hanya karena alasan mempertahankan lini belakang pertahanan Real Madrid.

Namun, kekasaran Sergio Ramos tersebut terbukti efektif karena Real Madrid meraih hasil positif. Pada tanggal 26 Mei 2018, Serfio Ramos berhasil membaut Real Madrid meraih trofi Liga Champions 2017-2018.

Berikut beberapa aksi kontroversial Sergio Ramos di partai final Liga Champions:

Bekat aksi kekasaran Sergio Ramos terhadap Mohamed Salah membuat pemain ujung tombak dari Liverpool menggalami cedera. Mohamed Salah pun secara terpaksa tidak bisa melanjutkan laga final Champions sampai akhir dan di tarik keluar pada menit ke-31.

Tim medis dari Liverpool mengatakan bahwa Mohamed Salah mengalami cedera dislokasi bahu. hal tersebut membuat pemainan dari Liverpool pincang.

Sebelum Mohamed Salah dilanda cedera, Mohamed Salah membuat timnya mengguasai permainan. Setelah Mohamed Salah di tarik keluar karena cedera, Real Madrid langsung menekan Liverpool dan akhirnya menang dengan score 3-1.

Lini Serang Liverpool Jauh Lebih Mematikan Dari Real Madrid

Salah satu legenda Liverpool  Phil Thompson  jika penyerang Liverpool yang di oleh Roberto Firmino, Mohemmed Salah dan Sadio Mane merupakan yang terbaik di dunia pada saat ini. Phil bahkan membandingkan ketiganya dengan para penyerang Real Madrid. Menurut Eks Liverpool ini jika Madrid hanya mengadalkan sosok Ronaldo saja untuk mendulang gol. Berbeda dengan The Reds yang sangat mengadalkan ketiganya untuk merobek gawang lawan.

Banyak para prediksi menilai jika partai final nanti hanya menjadi ajang unjuk gigi bagi Cristiano Ronaldo dan Mohammed Salah, sedangkan menurut Thompson berbeda ia menyakini jika Trio penyerang Liverpool jauh lebib baik para penyerang El Real.

Menurut Thompson jika pelatih Real Madrid Zenedine Zidane bisa menurunkan Cristiano Ronaldo, Gareth Bale, Marco Asensio hingga Karime Benzema namun hal tersebut tidak bisa bandingkan para penyerang Liverpool.

‘’Jika saya melihat kami memiliki kecepatan yang lebih baik dari mereka, kami lebih cerdas untuk memanfaatkan peluang. Dan saya pikir Trio penyerang yang di miliki Liverpool seperti Mane, Firmino dan Salah jauh lebih baik dari ketiga penyerang Real Madrid.’’ ujar Phil Thampson.

‘’Jadi ini sangat sederhana, Madrid tetap akan menggunakan Benzema sebagai penyerang utama, lalu Ronaldo akan ada di belakang Benzema secara bergantian mereka akan saling bertukar posisi.Sedangkan Bale mungkin tidak akan main pada partai final, karena Zidane merasa frustasi dengan kodisi cedera yang sering menimpannya. Dua penyerang vs Trio penyerang Liverpool anda bisa bandingkan hal tersebut mana yang jauh lebih mengerikan.’’ tutur Phil.

Apa yang dikatakan Phil Thampson memang ada benarnya juga, pasalnya Liverpool berhasil mencetak 46 gol dari 14 pertandingan di ajang Liga Champions Eropa pada musim ini, Mereka bahkan berhasil memecahkan rekor Barcelona yang mampu mencetak 45 gol pada musim 1999-2000. Dengan demikian secara statistik lini serang jauh lebih unggul dari Real Madrid.

Caen Tahan Paris Saint-Germain 0-0

Caen bermain baik pada pertandingannya melawan juara Perancis Ligue 1 Paris-Saint Germain di Stade Michel d’Ornano. Fase degradasi akan menimpa Caen jika kalah pada pertandingan tersebut. skor 0-0 sudah cukup bagi Caen untuk bertahan di kasta tertinggi Ligue 1 Liga Perancis.

Meski tercatat memiliki penguasaan bola yang kalah jika di bandingkan dengan Paris Saint-Germain namun caen terbukti cukup tajam dengan menciptakan beberapa peluang ke gawang Paris Saint-Germain. 11 tembakan berhasil di lepaskan dan enam diantaranya tepat sasaran ke gawang Paris Saint-Germain.

Paris Saint-Germain sendiri tidak memainkan tim intinya. pemain muda di turunkan dalam pertandingan tersebut guna melatih mental dan pengalaman mereka. Terlihat bahwa beberapa pemain seperti Javier Pastore, Timothy Weah, Christopher Nkunku, serta Lassana Diara masuk dalam skuad Paris Saint-Germain. Pemain muda yang di mainkan tersebut terbukti mampu memberikan daya gedor ke gawang Caen. hal tersebut terliat dari 15 menit awal babak pertama yang berhasil mereka tempuh dengan menciptakan dua peluang ke gawang Caen.

Thiago Motta yang sudah merencanakan untuk hengkang pada musim depan dari Paris Saint-Germain juga sempat tampil mengancam gawang Caen pada menit ke-72. umpang matang dari Thomas Meunir berhasil di sundul ke gawang Caen namun sayangnya masih menyamping ke sisi kiri gawang. Sampai peluit tanda akhir pertandingan di bunyikan kedua tim belum berhasil mencetakkan gol dan skor imbang 0-0 menjadi akhir dari pertandingan tersebut.

PSG Buat Penawaran Yang Menarik Untuk Buffon

Gianluigi Buffon yang secara resmi menyampaikan niatnya untuk hengkang dari Juventus membuat gempar sejumlah tim besar di Liga Eropa. Tawaran banyak berdatangan untuk merekrut Buffon agar mau bergabung di Tim.

Liverpool Dan PSG merupakan tim besar yang siap untuk menampung Buffon pasca hengkang dari Juventus. tawaran yang paling menarik datang dari club PSG yang berencana akan menaikkan gaji Buffon dua kali lipat dari gaji yang ia dapatkan di Juventus. Kontrak 2 tahun disiapkan untuk menjamin masa depan Buffon di PSG.

Buffon sendiri sudah tercatat membela club Juventus selama 17 tahun dan pertandingan melawan Hellas Verona akan jadi pertandingan terakhirnya bersama dengan Juventus. Buffon hingga saat ini masih belum menentukan masa depannya di musim depan nanti. Buffon masih ingin berpikir sebelum memutuskan untuk bergabung dengan tim yang sudah banyak berdatangan untuk mengajaknya bergabung.

Kiper 40 tahun ini memang merupakan legenda dunia yang menjadi incaran banyak club besar di semua Liga eropa. Upaya PSG berbilang sangat keras untuk bisa mendatangkan Buffon ke Parc des Princes. Harga delapan puluh juta euro pertahun menjadi tawaran yang di berikan PSG untuk mendapatkan tanda tangan Buffon dikontrak berdurasi dua tahun tersebut.

PSG saat ini membutuhkan jasa dari Buffon untuk mengamankan gawang mereka dan PSG yakin bahwa keputusan untuk mendatangkan kiper legendaris tersebut sudah tepat agar clubnya akan berprestasi lebih baik lagi di musim depan.

Guardiola Puji Kebolehan David Silva

Salah satu pemain Manchester City yang berperan penting dalam setiap kemenangan yang berhasil di raih adalah David Silva. sang gelandang mendapat pujian dari pelatihnya. menurut Guardiola, David Silva merupakan sebuah perpaduan antara Xavi Hernandez dan Andres Iniesta.

Seperti yang kita ketahui bahwa Guardiola pernah menangani Barcelona selama 4 tahun dan bukan hal yang kebetulan jika pernyataan tersebut di keluarkan olehnya. Pada musim ini mungkin perhatian publik lebih banyak tertuju pada Kevin De Bruyne namun hal tersebut tidak menghilangkan peran dari David Silva yang mendukung penampilan dari De Bruyne untuk bisa mengolah tempo permainan di lapangan.

Pengawalan permainan lebih cenderung di tunjukkan oleh David Silva dan kesuksesan dalam permainan merupakan jasa dari sang gelandang. Guardiola menuturkan bahwa kemenangan sebuah tim bergantung pada kinerja dari gelandang tengahnya. gelandang tengah yang baik pasti akan mampu memberikan tempo permainan yang baik kepada timnya.

Umpan umpan terobosan banyak di hasilkan dari pergerakkan gelandang tengah dalam sebuah tim. Di kompetisinya bersama dengan Manchester City tercatat bahwa David Silva berhasil menyumbangkan 10 gol dan sedikitnya 13 assit tercipta bagi Manchester City.

Bersama dengan Rekannya De Bruyne serta mohamamd salah dari Club liverpool Gelar pemain terbaik berhasil disandang oleh Gelandang berusia 32 tahun tersebut di sepanjang musim Liga Inggris 2018.

Impian Ramos Untuk Raih Gelar Hatrick Liga Champions

Rekor juara tiga kali berturut turut mungkin akan di gapai oleh Real Madrid musim ini dengan memenangkan pertandingan Final nanti saat melawan Liverpool. Sang Kapten, Sergio Ramos mengaku bahwa impian terbesarnya saat bermain bersama Real Madrid mungkin akan bisa terwujud pada pertandingan Final nanti. Impian tersebut mungkin akan sulit di gapai pasalnya tim yang akan menjadi lawan Real Madrid di final merupakan tim yang sedang naik daun di musim ini.

Liverpool dengan skuad terbarunya kini terbukti menjadi pesaing yang berat bagi tim tim di eropa. salah satu gelar pemain terbaik sudah di raih oleh pemain liverpool yakni Mohammad Salah.

Dua Laga Final Liga Champions berhasil dilalui dengan baik oleh Real Madrid dengan menjadi juara yakni pada tahun 2016 dengan mengalahkan Atletico Madrid dan pada tahun lalu berhasil mengalahkan tim Juventus. tahun ini Real Madrid kembali masuk ke final dan akan menantang tim Liverpool.

Kemenangan kali ini merupakan rekor yang tidak mudah untuk didapat. Hatrick tiga kali dalam Liga Champions belum pernah terjadi dalam sejarah dunia dan ini merupakan pencapaian yang paling bergengsi bagi Real Madrid dan timnya. Gelar Raja Eropa mungkin akan di sandang mereka dengan memenangkan piala Liga Champions kali ini.

Perlu di ketahui bahwa secara keseluruhan Real Madrid sudah pernah menjuarai 13 kali Liga Champions namun kesempatan untuk Hatrick baru kali ini tercipta. Peluang ini tentunya di sambut dengan positif oleh keseluruhan tim Real Madrid. Laga Melawan Liverpool di stadion NSC Olimpiyskiy, Kiev, Ukranina, 26 Mei 2018 nanti akan menjadi saksi pencapaian rekor baru bagi Real Madrid jika berhasil memenangkan pertandingan tersebut.

Faktor Kemenangan Home United Di Piala AFC

Faktor Kemenangan Home United Di Piala AFC

Home United berhasil melakju ke final setelah berhasil mengalahkan tim Pesija pada Piala AFC 2018 zona ASEAN. kemenangan di leg kedua ini mengantarkan tim Home United menuju ke final. skor 3-1 menjadi akhir dari laga tersebut dengan agregat 6-3 maka The Protectors wajib lolos ke final.

Home United mengakui bahwa Pesija bukanlah lawan yang mudah untuk di taklukkan apalagi mereka harus menghadapi mereka di depan suporter pendukungnya. Para pemain Home United sempat mengalami shock di awal pertandingan namun seiring berjalannya menit di babak pertama mereka mampu untuk meningkatkan tempo permainan.

Strategi dari pelatih Home United juga terbukti berhasil dengan melakukan pengawalan yang baik terhadap Marko Simic dan Riko Simanjuntak maka pergerakan dari Persija dapat di patahkan. menurut pelatih Home United kedua pemain tersebut merupakan kunci dari permainan Persija. dengan membatasi pergerakan kedua pemain tersebut maka Persija dapat di lumpuhkan oleh para pemainnya.

Kami coba untuk menutup ruang pergerakan dari ujung tombak pemain pemain pesija dan setelah mereka lengah kami coba untuk menerobos pertahanan dan melakukan upaya untuk membuat gol. Mental yang kuat dari para pemain juga menjadi pendukung kemenangan pada pertandingan tersebut. Pertandigan ini memberikan pengalaman yang baik untuk para pemain kami.

pengalaman tersebut akan bermamfaat bagi kami ketika di final nanti. Kami berharap Persija dapat tampil lebih baik lagi pada musim depan dan kami mengharapkan pertandingan dengan persija di musim depan.

Batal Memimpin Pertandingan, Wasit Diduga Korupsi

Fahad Al Mirdasi adalah wasit yang ditunjuk FIFA untuk memimpin jalannya pertandingan piala dunia 2018. Wasit tersebut di kabarkan gagal memimpin jalannya pertandingan final antara Al Ittihad melawan Al Faisali di Abdullah bin Abdulaziz Sport City Stadium, Jeddah, 12 Mei 2018, Sabtu lalu. Mirdasi harus menjalani investigasi terkait kabar korupsi yang di lakukannya sebelum pertandingan Final tersebut akan dilaksanakan.

Mirdasi awalnya ditunjuk untuk memimpin pertangingan tersebut namun Federasi Sepakbola Arab Saudi kemudian memutuskan bahwa wasit tersebut harus di gantikan guna untuk menjalani investigasi terkait masalah korupsi yang melandanya.

Sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari Federasi Sepak Bola Arab Saudi terkait insiden tersebut. FIFA juga menyatakan untuk menyerahkan sepenuhnya proses pemeriksaan tersebut kepada Federasi Sepakbola Arab Saudi. hal tersebut dikeluarkan untuk menghindari terjadinya isu tidak baik terkait insiden tersebut.

Surat kabar Asharq Al Awsat memberitakan bahwa wasit berusia 32 tahun tersebut telah menghubungi salah satu pimpinan club sebelum pertandingan di gelar. wasit tersebut mengklaim sejumlah uang dari klub tersebut guna melakukan kecurangan dalam pertandingan final nantinya. Federasi Sepakbola Arab Saudi dan Fahad Al Mirdasi sampai saat ini belum menangapi isu yang di beritakan oleh surat kabar tersebut.

Perlu diketahui bahwa Al Mirdasi memiliki sejumlah pengalaman dalam mengawali karirnya sebagai wasit internasional diantaranya Mirdasi memimpin jalannya pertandingan antara Meksiko melawan Portugal dalam piala Konfederasi tahun 2017. dalam laga tersebut tercatat Mirdasi dua kali memberikan tendangan pinalti dan dua kartu merah saat babak perpanjangan waktu serta mengusir pelatih mesiko dari lapangan pertandingan.

Liverpool Masih Bejuang Di Liga Inggris

Perjuaangan liverpool masih harus berlanjut di Liga Inggris pasalnya the reds masih memperebutkan posisi keempat pada liga inggris dengan rivalnya chelsea. Kedua tim di ketahui hanya mempunyai selesih 2 poin untuk memperebutkan posisi keempat pada liga inggris.

Liverpool saat ini berada di posisi keempat dengan mengantongi 72 poin dan chelsea berada di posisi kelima dengan mengolekasi 70 poin. pertandingan hidup dan mati masih di jalani oleh kedua tim tersebut untuk mendapatkan jatah untuk tampil pada Liga Champions musim depan.

Brighton & Hove Albion merupakan lawan dari liverpoll pada pertandingan terakhirnya. di kabarkan tim Brighton akan tampil tanpa adanya tekanan yang berarti sebab tim ini merupakan tim promosi pada musim ini dan sudah membuktikan dirinya dengan bertahan di liga inggris atau tidak berada pada fase eliminasi.

Liverpool di pastikan harus memetik kemenangan pada pertandingan yang akan di jalaninya kontra Brighton & Hove Albion. di samping itu juga pertandingan final liga champions juga tengah menanti mereka. real madrid akan menjadi lawan yang tangguh di final nantinya. Hal tersebut juga menambah tekanan yang akan di rasakan oleh liverpool. tampil dengan baik mungkin harus di perlihatan pada laga laga berikutnya yang akan di jalani liverpool.

Pertandingan ini akan menjadi penentu bagi liverpool untuk bisa tampil lagi pada liga champions. minimal 1 poin harus di kantongi oleh liverpool agar posisi keempat tidak di geser oleh chelsea.

Pep Guardiola Ingin Mengikuti Jejak MU Membawa Manchester City Mempertahankan Gelar

Kabar Bola Terupdate – Sang Pelatih Manchester City, Pep Guardiola terinspirasi untuk mengikuti jejak MU (Manchester United) yang kala itu mampu mempertahankan gelar juara Liga Inggris. Kini, dia Guardiola tertantang untuk menjadikan Manchester City sebagai tim pertama yang mempertahankan gelar sejak 2009.

Manchester City sendiri ini memastikan menjadi juara Liga Inggris 2017/2018 disaat tim pesaing terdekat mereka Manchester United (MU) dikalahkan West Bromwich Albion, 15 April lalu.

Setelah menunggu beberapa waktu akhirnya Vincent Kompany dan kawan-kawan dapat dipastikan keluar sebagai kampiun dan berhak mengangkat trofi Liga Inggris seusai laga melawan Huddersfield Town di Etihad Stadium.

Liga Inggris merupakan kompetisi domestik tersulit di dunia. Tapi saya menerima tantangan ini,” ungkap Guardiola, dikutip situs resmi Manchester City.

Tim terakhir yang mampu mempertahankan titel Liga Inggris adalah Manchester United dikala mampu mempertahankan tiga gelar Liga Inggris secara beruntun yaitu pada periode 2007-2009

Setelah masa jayanya MU itu selalu para juara Liga Inggris selalu terpuruk pada musim berikutnya. Bahkan dua penguasa terakhir sebelum Manchester City, yaitu Chelsea dan Leicester City, gagal masuk ke empat besar Liga Inggris.

Jangankan merebut gelar lagi, beberapa pemenang teranyar Liga Inggris justru tidak lolos Liga Champions. Maka misi kami musim depan sangat berat,” ungkap Guardiola.

Trend Tim juara gagal mempertahankan gelar juara tersebut bisa saja berpotensi berlanjut pada musim ini. Chelsea sendiri sebagai juara bertahan musim lalu saat ini masih menempati posisi lima. Chelsea masih harus bersaing melawan Liverpool dan Tottenham Hotspur untuk mewakili Liga Inggris untuk bertanding di Liga Champions Eropa musim Pada Musim Depan.